pertanyaan yang paling mendasar sebelum kita sepakat atau menolak kenaikan BBM adalah, mengapa terjadi di indonesia (negara yang tergabung di OPEC) artinya termasuk negara penghasil minyak bumi di dunia?? tentu ada alasan kuat, apa itu? pertama, kepentingan kapitalisme global. kedua, jaminan hutang luar negri indonesia (IMF, WTO, WB) dan ketiga, "stabilitas" hubungan kepemimpinan SBY-JK dengan amerika. mungkin masih banyak alasan kuat lainnya, tapi saya fikir tiga alasan ini menjadi pangkal dari kebijakan pemerintah. pertanyaan berikutnya, bagaimana nasib rakyat kecil?? hanya ada satu jawaban, apa itu?? rakyat kecil akan semakin dibebani oleh kebijakan ini, sengsara bahkan mungkin rakyat kecil semakin sesak untuk bernafas, dan enggan hidup di indonesia (tanah iarnya sendiri). lantas dimana nurani SBY-JK?? sudah digadaikan pada amerika. yang mengherankan bagi saya adalah, inflasi yang melanda amerika bukan dampak dari harga minyak bumi dunia yang melangit (padahal amerika bukan negara penghasil minyak??) tetapi pada sektor perumahan. pertanyaanya adalah, bagaimana mungkin amerika tidak terkena dampak harga minyak bumi yang melangit, padahal amerika bukan negara penghasil minyak?? jelas, karna amerika menjadi pemain balik layar yang memerankan kenaikan harga minyak bumi dunia. lalu bagai mana dengan indonesia. negara kaya akan sumber daya alam, termasuk minya bumi?? pemerintah indonesia dengan senang hati menjual aset-aset nasional (termasuk saham dibidang minyak, komunikasi dan pelayaran) melalui surat keputusan presiden tahun 2007. jadi alasan naiknya harga BBM, akibat naiknya harga minyak bumi dunia hanya alasan klasik pemerintah untuk membodohi rakyat. contoh Venejuela, yang mengelola kekayaan minyak buminya secara mandiri, dapat menjual BBM dengan harga yang sangat murah, Rp.450. (empat ratus lima puluh rupiah) bayangkan!!! apa rahasianya?? karna, Venejuela berani melepaskan diri dari cengkraman "kolonialisme modern" amerika dan berani mengambil sikap untuk mendiri dan berdaulat. kebijkan ini, berdampak sangat besar bagi rakyat kecil, petami, nelayan, buruh pabrik, pedagang kecil, warung makan tegal, tukang ojek dan semua sektor lapisan masyarakat menengah ke bawah. coba fikir ulang dan renungkan. Di ambil dari MAILIST IMM
Senin, Mei 19, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar